Saat menulis artikel ini, saya telah menempuh semester
pertama. Bersiap menempuh semester dua. Pada semester pertama, prodi
agroekoteknologi membebani 18 SKS pada Maba. Terdapat enam mata kuliah yang
wajib ditempuh, yakni Dasar Ilmu Tanah, Dasar Perlindungan Tanaman,
Klimatologi, Statistika, Botani, dan Ekologi Pertanian. Setiap mata kuliah
mempunyai beban 3 SKS, yang terdiri dari 2 SKS kuliah, serta 1 SKS praktikum.
Tujuan diberikannya “hanya” 18 beban SKS ini adalah agar Maba tidak kaget
dengan sistem perguruan tinggi, sehinnga, Maba dapat beradaptasi dengan
kesibukan mata kuliah kampus. Juga, materi yang diberikan masih dasar-dasarnya saja.
Hal yang perlu teman-teman ketahui adalah kuliah bukan hal
yang fleksibel, seharusnya media
membuat kebijakan bahwa serial televisi teenlit
harus lebih rasional dan sesuai realita. Agar remaja punya pandangan
mengenai seluk-beluk kehidupan kampus, misalnya. Satu-satunya hal fleksibel dalam dunia perkuliahan adalah
pakaian, walaupun diharuskan memakai pakaian rapi, sopan, serta nonkaos. Alas
kakinya pun harus tertutup, no sandal.
Mengenai waktu perkuliahan, tergantung jadwal dari kelas
yang kamu ambil. Absensi merupakan salah satu aspek yang berpengaruh pada
nilai. Minimal mencukupi 80% kehadiran, di bawah itu, tidak boleh ikut segala
macam ujian, baik UTS maupun UAS. Sehingga tak jarang, mahasiswa yang malas pergi kuliah, titip absen atau TA pada teman baiknya.
Sebenarnya, ada kesalahan pada istilah tenar
ini. Absen, menurut KBBI, adalah tidak masuk (sekolah, kerja, dsb); tidak
hadir; bolos; mangkir. Maka, sebenarnya persepsi kita selama ini salah, bahwa
TA adalah menitip ketidakhadiran, bukan titip tanda tangan. Kata yang tepat
untuk hal tersebut adalah titip presensi (TP).
Ah, tetapi Maba kan masih lugu, mana
ada TP?
Mengenai kondisi perkuliahan di kelas, mungkin kamu akan
sedikit kaget, bahwa kelas tiap mata kuliah bisa jadi menempati ruangan yang
berbeda. Maka, kamu harus hapal mati gedung
ini, gedung itu, kelas ini di lantai berapa, ruangan ini di sebelah mana. Namun,
jangan khawatir, asal mau bertanya, pasti ada jalan. Lama-lama kamu akan
terbiasa dengan segala kondisi. Kalau bertanya penilaian dosen, umumnya dosen tertarik pada mahasiswa yang aktif
bertanya maupun menjawab. Namun hal yang paling penting dari itu semua adalah
etika mahasiswa pada dosen. Berbicara perangai dosen, saya tidak bisa memberi
deskripsi khusus, perangainya berbeda-beda. Terkadang ada dosen yang mengikuti
mahasiswa, ada juga dosen yang kekeuh.
Pinter-pinter adaptasi deh!
Berbicara mengenai Agroekoteknologi, mungkin kamu akan
menemui desas-desus dari kakak tingkat, “Mantap! Selamat menikmati laporan
praktikum~”. Ketika menjalani selama satu semester, rupanya desas-desus
tersebut benar: Laporan praktikum memang mantap
djiwa!
Maka, bahasan kali ini adalah mengenai praktikum di semester
satu. Secara garis besar, dalam menjalani praktikum, kita akan dibimbing oleh
kakak tingkat (Kating) yang biasa disebut asisten
praktikum. Fungsinya mirip dosen, menjelaskan ini-itu sesuai buku petunjuk
praktikum, mengoreksi laporan praktikum, serta memegang nilai praktikum kita.
Mengenai presensi praktikum, diwajibkan memenuhi 100% kehadiran. Tidak ada toleransi
mengenai alasan yang kamu berikan jika tidak ikut praktikum. Namun, tentu diperbolehkan untuk
menggunakan hak kelas pengganti sebanyak maksimal 2 kali pengganti. Bisa
mengganti di waktu lain dengan ikut kelas lain.
Seperti peraturan pada laboratorium pada umumnya, praktikan
yang masuk ke laboratorium harus memakai jas laboratorium (jaslab). Di fakultas
pertanian, ada yang menjual jaslab untuk mahasiswa fakultas pertanian. Namun
bagi kamu yang sudah mempunyai jaslab dan masih sayang dengan jaslabmu, memakai
jaslab yang lama tidak dipermasalahkan.
Pada mata kuliah tertentu, seperti Dasar Ilmu Tanah dan
Dasar Perlindungan Tanaman, diperlukan praktikum di laboratorium. Sedangkan
untuk mata kuliah Statistika, Ekologi Pertanian, Klimatologi, dan Botani
sekadar penjelasan teori-teori yang berguna di lapang nanti. Setiap akhir pertemuan
praktikum, akan ada penugasan berbentuk laporan praktikum. Ya, kamu hanya perlu
menikmatinya untuk hal ini. Ketika materi-materi praktikum yang disampaikan
telah tuntas, pada mata kuliah seperti Dasar Ilmu Tanah, Dasar Perlindungan
Tanaman, Ekologi Pertanian, Klimatologi ada agenda jalan-jalan. Seru! Refresh sejenak
dari perkuliahan yang menjemukan, bukan?
Point asyiknya
kuliah di Malang yakni tersedianya lahan agroforestri sebagai lahan edukasi.
Belum lagi, di Kota Batu, petani merupakan profesi yang dominan ditekuni oleh
masyarakat. Jadi, nggak susah prakik
di lapangan maupun ingin menambah wawasan dengan menemui petani.
Tapi, bukan praktikum namanya, kalau tidak ada tugas.
Tentunya, praktikan dibebani pula dengan laporan besar. Laporan ini mencakup segala
aspek yang telah disampaikan dalam praktikum mingguan yang diberikan oleh
asisten praktikum. Tenang saja, laporan besar ini adalah tugas berkelompok,
yang terdiri dari setengah jumlah mahasiswa dalam kelasmu. Pembagian tugas akan
membuat pengerjaan laporan akhir menjadi ringan, kok. Pastikan juga, setiap
anggota kelompok memahami laporan besar yang dibuat. Sebab, akan ada agenda
yang disebut Ujian Akhir Praktikum.
Ujian Akhir Praktikum (UAP), untuk mata kuliah statistika,
hanya ada tes tulis. Sedangkan untuk mata kuliah lain, terdiri dari presentasi
laporan besar dan tes tulis. Awal menghadapi UAP memang menegangkan, karena
belum cukup pengalaman. Bayangkan, ada kelompok “lawan” dari kelas lain akan
memandang kelompok kita dengan awas, presentasi singkat tepat waktu padahal
materi masih tersisa beberapa slide, juga pertanyaan yang akan dilayangkan oleh
tim asisten penguji. Stress duluan jika membayangkan hal itu terjadi. Rileks
saja, UAP pasti berlalu. Tidak akan ada hal aneh yang ditanyakan, hanya seputar
laporan besar yang kelompok kamu buat. Maka, perhatikan benar mengenai isi dari
laporanmu jika tidak ingin ditanyakan hal-hal
aneh.
Setelah UAP selesai, kamu akan
terbebas dari praktikum yang mengasyikkan. Yaahh...