Minggu, 26 Februari 2017

Pilah-Pilih

Selamat Pagi!

Semoga harimu senantiasa menyenangkan. Pada kesempatan ini, saya akan sharing perihal pendidikan pasca-SMA sederajat.

Teman-teman yang telah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas tentu punya impian untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bukan? Persaingan yang ketat dalam mendapatkan pekerjaan menuntut seseorang mempunyai ambisi untuk meningkatkan kualitas dirinya. Tentunya, pendidikan memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas diri seseorang. Sebab hal yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah diberkahiNya manusia dengan akal pikiran untuk mengelola bumi serta menjaga hubungan baik antarsesama manusia. Dalam hal ini juga, pendidikan merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh manusia.

Terdapat beberapa instansi yang dapat menjadi alternatif untuk pendidikan pasca-SMA sederajat. Salah satunya adalah perguruan tinggi, perguruan tinggi pun dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni perguruan tinggi negeri, swasta, serta kedinasan. Untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, terdapat beberapa jalur masuk, yakni seleksi yang mempertimbangkan prestasi akademik dan nonakademik selama SMA sederajat, seleksi melalui jalur tes, serta jalur mandiri yang menelan biaya yang tak sedikit. Khusus untuk perguruan tinggi kedinasan, terdapat beberapa tes yang harus dilalui sesuai kebijakan tiap perguruan tinggi kedinasan. Seleksinya amat ketat, sebab lulusannya diharapkan dapat menjadi abdi negara yang menjalankan profesi dengan baik.

Selanjutnya, masuk ke point menarik yang senantiasa membuat teman-teman kebingungan setengah kepalang, yakni program studi (Prodi). Perguruan Tinggi, utamanya universitas, tentu menawarkan puluhan prodi yang mempunyai kelebihan serta peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Kurang lebih, beginilah ilustrasi ketika teman-teman menentukan program studi atau perguruan tinggi:
Aku ingin kuliah di perguruan tinggi X. Tapi enaknya pilih prodi apa, ya? Wah, ini saja. Peluang kerjanya bagus. Eh, tapi kalau pilih ini, diterima nggak ya? Kayaknya persaingannya ketat banget, deh!
Atau...
Aku ingin belajar ini, jadi aku pilih prodi ini. Tapi enaknya kuliah dimana ya? Ini bagus, tapi pesaingnya ketat banget. Tapi kalau pilih perguruaan tinggi ini kurang gimana gitu—
Dari ilustrasi tersebut, kendala yang paling sering muncul dalam benak teman-teman adalah pesaing dan program studi. Dari rangkuman pengalaman yang telah teman-teman saya lewati, kehidupan perguruan tinggi tak seindah di FTV. Awal masuk kuliah, ada beberapa teman yang sering mengeluh, bahwa prodi yang sekarang mereka jalani kurang sreg dengan kapasitas kemampuan mereka. Alhasil, ada yang memutuskan untuk pindah fakultas tahun berikutnya. Ada juga yang masih ingin mengejar impian untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi impian. Terkadang, ada juga yang menunggu kabar baik di tahun berikutnya, tahun ini belajar lebih giat untuk persiapan tes mendatang.

Tak ada yang salah dari keputusan yang mereka ambil, toh lebih baik mencoba daripada menyesal. Jadi, alangkah baiknya jika kita bisa merencanakan jauh hari sebelum eksekusi, serta dapat memutuskan sesuatu yang tepat, atau mungkin menerimanya dengan legowo. Pilah-pilih dengan bijak, teman-teman!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar